Belgium vs US: Pemain Belgia Butuh ‘Keberanian’ Redam Suporter AS

Laga Belgium vs US di Piala Dunia 2026: Suporter Tuan Rumah Jadi Tantangan

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Belgium vs US diprediksi berlangsung sengit, tidak hanya di atas lapangan tetapi juga dari sisi atmosfer. Seattle akan menjadi kandang bagi Amerika Serikat, dengan puluhan ribu suporter siap memberi dukungan penuh. Namun, para pemain timnas Belgia justru mengaku tidak gentar menghadapi tekanan tersebut. Mereka menyiapkan mental baja untuk meredam euforia publik tuan rumah.

Bek kiri Belgia, Maxim De Cuyper, dengan tegas menyatakan bahwa timnya harus menunjukkan “keberanian” (balls) di atas lapangan. “Kami hanya perlu menunjukkan keberanian di lapangan. Cobalah memainkan permainan sendiri. Apakah Anda bermain di hadapan 80.000 suporter atau bersama 80.000 suporter, Anda harus mencoba melakukan hal yang sama,” ujarnya pada Jumat (25/6) seperti dikutip dari media setempat.

Tekanan Justru Bisa Berbalik pada Tim AS

Dalam laga Belgium vs US ini, Amerika Serikat memang mendapat dukungan besar dari suporter lokal. Sebagai contoh, hampir 67.000 penonton memadati stadion saat AS mengalahkan Australia di babak grup. Namun, bek sayap Belgia Timothy Castagne meyakini bahwa dukungan itu bisa menjadi bumerang bagi tuan rumah. “Begitu pertandingan berjalan kurang baik bagi mereka, suporter bisa berbalik dan tekanan justru meningkat. Saya tidak masalah dengan itu, tidak mengganggu saya. Saat di lapangan, kami seperti berada dalam gelembung sendiri,” jelas Castagne.

Pernyataan ini menunjukkan mental kuat skuad Belgia yang tidak mudah terpengaruh hiruk-pikuk stadion. Mereka sudah terbiasa dengan laga besar dan justru menjadikan tekanan sebagai motivasi tambahan.

Pertemuan Kedua Setelah Kekalahan 5-2 di Atlanta

Ini bukan pertama kalinya Belgium vs US bertemu pada tahun 2026. Pada Maret lalu, Belgia berhasil mempermalukan AS dengan skor telak 5-2 di Atlanta. Hasil itu sempat menimbulkan keraguan besar terhadap prospek Amerika Serikat di Piala Dunia. Penyerang Belgia, Dodi Lukébakio, yang mencetak dua gol dalam kemenangan tersebut, mengakui perkembangan lawan. “Mereka sudah berkembang pesat sejak laga persahabatan terakhir,” ujar Lukébakio.

Meski demikian, De Cuyper memperingatkan agar tidak terlalu menarik kesimpulan dari kemenangan di bulan Maret. Menurutnya, skor telak itu memberikan “gambaran yang terdistorsi”. Ia juga memuji performa kiper Senne Lammens yang menurutnya bisa mengubah hasil jika tidak tampil gemilang. “Saat itu sudah dikatakan bahwa kami mungkin akan menghadapi AS di Piala Dunia. Tentu banyak pemain yang tidak berada di sana saat itu. Tapi ini menjadi keuntungan karena kami sudah pernah melihat mereka. Kami mengambil pelajaran dari pertandingan itu, meskipun masih harus dilihat bagaimana mereka tampil nanti,” tambah De Cuyper.

Absennya Folarin Balogun Jadi Peluang Belgia

Timnas AS dipastikan tidak diperkuat striker andalan mereka, Folarin Balogun, yang harus menjalani skorsing setelah menerima kartu merah kontroversial saat melawan Bosnia dan Herzegovina. Padahal, Balogun termasuk salah satu pemain paling berbahaya AS di Piala Dunia 2026. Menanggapi situasi ini, De Cuyper enggan memberi bocoran banyak tentang strategi Belgia. “Saya tidak ingin banyak bicara soal kualitas terbaik mereka. Mereka memiliki banyak bahaya di tim,” ujarnya diplomatis.

Sementara itu, gelandang veteran Axel Witsel lebih blak-blakan. Ia mengatakan bahwa Belgia “harus beradaptasi dengan fakta bahwa mereka (AS) bermain dengan tiga bek. Saya pikir kami memiliki senjata untuk menyakiti mereka. Kami sudah melakukannya di laga persahabatan Maret lalu, tetapi konteksnya kini sangat berbeda — di stadion yang sepenuhnya untuk mereka melawan kami.”

Kesimpulan: Mental Baja Kunci Sukses Belgia vs US

Pertandingan Belgium vs US di Seattle akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim. Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan telak sebelumnya, namun harus menghadapi atmosfer kandang yang panas. Dengan absennya Balogun, peluang Belgia untuk melaju ke perempat final semakin terbuka. Namun, seperti diakui para pemain, faktor keberanian dan konsentrasi penuh menjadi kunci untuk meredam dukungan publik AS. Akankah “Red Devils” kembali menunjukkan taringnya? Semua akan terjawab di lapangan hijau.