Lando Norris Tekan Antonelli: Persaingan Juara F1 2026 Masih Terbuka Lebar

Pembalap McLaren, Lando Norris, menegaskan bahwa semua tekanan kini berada di pundak pemimpin klasemen Formula 1 2026, Kimi Antonelli. Norris juga tak menutup kemungkinan untuk bangkit dalam persaingan juara F1 2026 setelah sukses memenangi Grand Prix Hungaria akhir pekan lalu. Kemenangan impresif tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama McLaren musim ini dan menempatkan Norris di posisi kelima klasemen, tertinggal 91 poin dari Antonelli dengan 11 seri tersisa.

Dengan 11 balapan ke depan, persaingan juara F1 2026 masih sangat terbuka. Musim lalu, Max Verstappen sempat tertinggal 104 poin dengan 10 balapan tersisa dan nyaris merebut gelar—hanya kalah dua poin dari Norris yang akhirnya menjadi juara dunia. Norris pun percaya bahwa dirinya bisa mengulangi skenario serupa.

Tekanan di Pundak Antonelli, Norris Justru Percaya Diri

Dalam wawancara dengan Sky Sports F1, Norris menyebut bahwa Antonelli-lah yang sekarang berada dalam posisi tertekan. “Tekanan ada padanya, pasti. Tidak ada tekanan pada saya. Saya merasa sangat percaya diri,” ujar Norris. Ia juga menyoroti bahwa tim Mercedes lebih sering membuat kesalahan dibanding McLaren, sehingga peluang untuk menyalip masih terbuka lebar.

Norris menambahkan bahwa ia dan timnya harus tampil sempurna hingga akhir musim. “Kami harus memperbaiki mobil. Di Hungaria kami yang tercepat dari kualifikasi hingga balapan. Tapi tidak setiap balapan akan semudah itu. Kami perlu bekerja keras agar mobil bisa sebaik ini di semua sirkuit,” jelasnya.

Upgrade McLaren Mengubah Permainan di Pertengahan Musim

McLaren membawa paket upgrade besar di Hungaria, termasuk lantai baru yang memberikan peningkatan kecepatan signifikan. Sejak awal musim, McLaren sudah mampu bersaing di barisan depan, dan upgrade ini membuat mereka semakin kompetitif. Kepala tim Andrea Stella memprediksi bahwa semua tim akan terus membawa komponen baru setelah libur musim panas, sehingga McLaren harus terus berinovasi.

“Seperti yang sudah terjadi sepanjang musim 2026, ini soal siapa yang paling cepat beradaptasi dengan upgrade. Kabar baiknya, McLaren sekarang kembali berada dalam persaingan upgrade sambil memimpin perlombaan. Saya perkirakan mobil terbaik di akhir musim akan menambah sepersepuluh detik di 11 balapan ke depan, mungkin total setengah detik. Jadi masih banyak pekerjaan di depan,” jelas Stella.

Keputusan Pit Stop Prioritas: Norris Mengalah Demi Tim

Di awal balapan Hungaria, Norris kehilangan posisi dari rekan setimnya, Oscar Piastri, dan terjebak di belakang meskipun memiliki kecepatan lebih. Ia kemudian menggunakan strategi overcut pada pit stop kedua dengan memperpanjang stint. Sebelum momen itu, Norris ingin pit lebih dulu dan mengeluh melalui radio bahwa ia “jauh lebih cepat”.

Dalam konferensi pers, Norris menjelaskan bahwa ia hanya ingin menang, tetapi tim memiliki aturan untuk tidak saling merugikan. “Ketika saya terjebak di belakang Oscar, Max (Verstappen) tertinggal tiga atau empat detik dan masih mengancam. Di depan tidak ada ancaman, dan kami punya jaminan lebih besar untuk menang sebagai tim. Jadi saya ingin pit untuk undercut karena kecepatan saya sangat baik,” kata Norris.

Ia mengakui bahwa keputusan akhir berada di pihak tim untuk melindungi kepentingan bersama. “Itu demi kebaikan tim. Mereka benar melarang saya. Tapi tentu saya ingin melakukan apa pun untuk menang,” tambahnya.

Norris: Performa Unggul karena Kerja Keras

Dalam beberapa balapan terakhir, Norris secara konsisten lebih unggul dari Piastri. Banyak pihak menilai performa pembalap asal Inggris itu setara dengan musim lalu saat ia menjadi juara dunia. Norris sendiri tidak yakin mengapa keunggulan kecepatannya begitu signifikan di Hungaria, namun ia berharap perasaan yang sama terus berlanjut setelah libur musim panas.

“Mobil identik, dan akhir-akhir ini saya merasa sangat kuat. Saya bekerja di banyak area sejak tahun lalu. Saya jauh lebih percaya diri dalam mengekstrak performa, dan saya banyak bekerja dengan insinyur untuk memahami mobil ini karena tidak mudah dikendarai secara konsisten di batas,” jelas Norris. “Jadi jawabannya? Kerja keras. Kerja keras dari insinyur dan dari diri saya sendiri untuk terus berkembang sebagai pembalap.”

Kesimpulan: Panggung Terbuka untuk Comeback di Sisa Musim

Dengan dinamika tekanan yang berbalik, serta peningkatan performa McLaren yang signifikan, persaingan juara F1 2026 masih menyisakan banyak cerita. Norris kini hanya berjarak 91 poin dari Antonelli, dan jika McLaren mampu mempertahankan kecepatan seperti di Hungaria, bukan tidak mungkin gelar akan kembali diperebutkan hingga balapan terakhir. Formula 1 akan kembali bergulir setelah libur musim panas dengan Sprint weekend di Grand Prix Belanda pada 21-23 Agustus, disiarkan langsung oleh Sky Sports F1.

Streaming Sky Sports dengan NOW — tanpa kontrak, kapan pun bisa dibatalkan.