Kyle Walker mengaku merasa tenang dengan keputusan pensiun dari timnas Inggris yang diambilnya pada tahun ini. Bek kanan Burnley yang genap berusia 36 tahun pada Mei lalu itu berharap langkah ini bisa memperpanjang karier klubnya. Ia bahkan ingin meniru pola karier mantan rekan setimnya, James Milner, yang justru bermain lebih lama di level klub setelah meninggalkan timnas Inggris.
Walker mengumumkan keputusan pensiun dari timnas Inggris pada Maret lalu setelah mengukir karier internasional yang gemilang bersama The Three Lions. Ia tercatat mengoleksi 96 caps dan tampil di lima turnamen besar selama membela Inggris. Torehan itu menjadi bukti konsistensinya sebagai salah satu bek kanan paling tangguh yang pernah dimiliki Inggris di era modern. Kini, keputusan pensiunnya kembali mengemuka setelah Inggris sempat kehilangan banyak bek kanan akibat cedera pada turnamen musim panas ini.
Walker Tegas soal Keputusan Pensiun dari Timnas Inggris
Walker menegaskan tidak menyesali keputusannya mundur dari timnas Inggris. Saat ditanya apakah ia pensiun terlalu cepat setelah tidak kunjung dipanggil pelatih Thomas Tuchel, ia menjawab tegas, “Tidak, sama sekali tidak.” Menurutnya, keputusan dalam hidup harus dipertahankan, dan pensiun dari timnas Inggris adalah pilihan yang sudah melalui pertimbangan matang bersama keluarga.
“Itu keputusan yang sulit, tetapi sekarang saya lebih merasa tenang dengannya,” ujar Walker. “Ini sesuatu yang memang ingin saya lakukan dan saya rasa sudah tepat. Saya sudah menghabiskan bertahun-tahun membela negara dan saya sangat berterima kasih untuk kesempatan itu.” Ia pun tak menampik bahwa peluang tampil sebenarnya bisa saja terbuka, mengingat banyak pemain yang sedang cedera. Namun, ia memilih tidak berspekulasi berlebihan soal hal tersebut.
“Melihat bagaimana kondisi skuad dan cedera yang terjadi, mungkin saja saya bisa masuk dalam pertimbangan, tetapi saya tidak bisa meramalkannya,” kata Walker. “Tuchel sebenarnya bisa saja menelepon saya dan saya akan membela negara, tetapi dia memutuskan tidak melakukannya. Saya toh tidak mengharapkan panggilan karena saya sudah pensiun.” Walker juga menilai Inggris sama sekali tidak kekurangan stok bek kanan, karena masih ada Reece James, Trent Alexander-Arnold, dan Tino Livramento.
Karier Cemerlang Walker di Panggung Internasional
Walker bukan nama asing di level internasional. Ia bermain di final Piala Eropa 2021 dan 2024, serta semifinal Piala Dunia 2018. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling berpengalaman yang pernah dimiliki Inggris dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Inggris sendiri finis di posisi ketiga pada turnamen musim panas di Amerika Utara. Namun, perjalanan Inggris di turnamen itu sempat terganggu oleh krisis bek kanan karena cedera yang menimpa Reece James dan Tino Livramento. Alhasil, gelandang Declan Rice terpaksa dimainkan sebagai bek kanan darurat, sementara bek tengah Ezri Konsa dan Jarell Quansah juga diminta membantu di posisi tersebut.
Walker menyampaikan pernyataannya di sela-sela peluncuran media musim English Football League (EFL) yang digelar di National Football Museum, Manchester, pada Rabu. Ia hadir sebagai salah satu pemain Burnley yang akan tampil di Championship musim depan. Kehadirannya tentu menjadi perhatian, mengingat ia adalah salah satu nama besar yang kini bermain di kasta kedua sepak bola Inggris.
Keputusan Pensiun yang Bisa Memperpanjang Karier Klub
Burnley terdegradasi dari Premier League dan akan mengawali musim Championship dengan menjamu West Ham pada Minggu, 16 Agustus. West Ham juga merupakan tim yang baru turun kasta dari divisi teratas. Walker sendiri tampil cukup padat musim lalu dengan bermain di 36 dari 38 laga Premier League Burnley, yang menunjukkan bahwa kondisinya masih sangat bugar.
Walker berharap keputusan pensiun dari timnas Inggris bisa memperpanjang karier klubnya. Dengan tidak lagi memikul beban membela negara di jeda internasional, ia memiliki waktu lebih banyak untuk memulihkan kondisi dan menjaga kebugaran. Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa ia merasa yakin dengan langkah yang diambilnya.
Perbandingan dengan James Milner memang sangat relevan. Milner mengoleksi 61 caps untuk Inggris sebelum memutuskan pensiun dari timnas pada 2016 di usia 30 tahun. Namun, ia justru melanjutkan karier di level tertinggi sepak bola Inggris selama 10 tahun berikutnya dan memegang rekor penampilan terbanyak di era Premier League. Milner baru benar-benar menggantung sepatu di usia 40 tahun pada akhir musim lalu, setelah terakhir bermain untuk Brighton.
Menapaki Jejak James Milner
Sebelum memperkuat Burnley pada 2025, Walker menghabiskan tahun-tahun terbaiknya bersama Manchester City. Ia memenangkan enam gelar Premier League dan satu Liga Champions di Etihad Stadium. Jam terbang yang panjang itu pula yang membuatnya yakin bahwa pensiun dari timnas Inggris adalah langkah yang tepat.
Menyoal masa depannya, Walker memilih untuk menjalani kariernya musim demi musim. “Saya berusia 36 dan akan menjadi 37 di akhir musim,” katanya. “Saya akan melihat bagaimana perasaan saya dan bagaimana kondisi tubuh saya. Saya masih merasa bugar dan masih bermain di level yang baik.”
Walker pun menjadikan Milner sebagai cermin untuk masa depannya. “Anda bisa melihat contoh James Milner dan betapa panjang kariernya,” ujarnya. “Dia pensiun sangat awal dari timnas dan kemudian meraih banyak pencapaian hebat di sepak bola, jadi semoga saya bisa mengikuti jejaknya.”
Keputusan Kyle Walker pensiun dari timnas Inggris memang tidak mudah, tetapi ia meyakininya sebagai pilihan terbaik untuk keluarga dan masa depan kariernya. Dengan fisik yang masih prima serta jam terbang tinggi, bukan tidak mungkin ia bisa meniru umur karier panjang ala James Milner. Kehadirannya di Burnley pun menjadi modal berharga bagi tim yang bermimpi segera kembali ke Premier League.
Kini publik tinggal menunggu bagaimana babak baru karier Walker bersama Burnley di Championship. Jika ia mampu menjaga konsistensi seperti musim lalu, bukan hal mustahil namanya kembali diperhitungkan di panggung sepak bola Inggris. Yang terpenting, Walker telah membuktikan bahwa pensiun dari timnas Inggris bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.
