Scottish Premiership kembali bergulir akhir pekan ini, dengan sepuluh klub yang akan bertanding setelah hanya dua tim yang tampil pada pekan sebelumnya. Pekan lalu menjadi jeda bagi lima klub yang bersiap menjalani play-off Eropa, dan hasilnya terbilang pahit bagi mayoritas peserta. Hearts menjadi satu-satunya wakil yang lolos, sementara Rangers, Hibernian, dan Motherwell harus rela tersingkir dari ajang Conference League.
Celtic juga menuai kekecewaan besar setelah hancur di leg kedua play-off Liga Champions melawan LASK, kendati mereka masih bisa terhibur karena tetap berlaga di Liga Europa. Rentetan hasil negatif di pentas Eropa itu otomatis memunculkan tanda tanya besar jelang rangkaian pertandingan Sabtu dan Minggu. Akankah klub-klub Skotlandia mampu bangkit, atau justru semakin terpuruk di kompetisi domestik?
Mampukah Falkirk Manfaatkan Luka Celtic di Austria?
Hingga Selasa lalu, musim Celtic sejatinya berjalan mulus. Mereka memenangi tiga laga domestik tanpa kebobolan dan unggul 3-0 atas LASK di leg pertama play-off Liga Champions. Namun, semua berubah dalam satu malam yang buruk di Austria.
Posisi Celtic bahkan sempat semakin baik setelah mencetak gol pembuka di leg kedua. Akan tetapi, empat gol LASK kemudian memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Petaka semakin lengkap ketika gol kelima tuan rumah pada malam itu memastikan Celtic tersingkir ke Liga Europa. Di kompetisi tersebut, mereka akan menghadapi Benfica, Besiktas, Celta Vigo, Ferencvaros, Marseille, Omonia, Torreense, dan Union SG pada musim gugur nanti.
Sebelum memikirkan lawan-lawan Eropa itu, Celtic wajib berkonsentrasi pada urusan domestik, dimulai dengan menjamu Falkirk pada Sabtu (15:00 BST). Berdasarkan rekor, laga ini seharusnya tidak menjadi masalah: musim lalu mereka menang lima kali dari lima pertemuan melawan Falkirk. Namun, kekhawatiran akan efek kelelahan pasca-laga Eropa tidak bisa diabaikan. Kapten Callum McGregor pun mengakui timnya tampil “pasif” dan terlihat “takut” saat melawan LASK.
Lebih jauh lagi, tim asuhan Martin O’Neill harus bermain selama 120 menit pada laga tengah pekan itu. Di sisi lain, Falkirk justru datang dalam keadaan segar setelah dua pekan tanpa pertandingan. Meski begitu, pasukan John McGlynn masih belum meraih satu pun kemenangan liga musim ini. Mengamankan kemenangan perdana di Glasgow jelas menjadi misi yang sangat berat.
Dundee dan St Mirren Berpeluang Pertahankan Start Cepat
Dundee termasuk salah satu tim yang dikalahkan Celtic di awal musim, meski hanya dengan skor tipis. Sejak itu, performa mereka meningkat pesat di Scottish Premiership. Steven Pressley membawa timnya meraih kemenangan 2-0 atas Aberdeen di kandang dan 2-0 atas rival sekota Dundee United di laga tandang. Meski di sela-sela itu mereka sempat menelan kekalahan dari Aberdeen di ajang piala.
St Mirren pun tampil mengesankan sejauh ini. The Buddies menjadi satu-satunya tim selain Celtic yang memiliki rekor 100 persen di liga, setelah memenangi dua laga pembuka melawan Falkirk di kandang lawan dan St Johnstone di rumah sendiri. Namun, mereka sempat menelan kekalahan telak dari Rangers di ajang League Cup. Kekalahan itu sekaligus memupus harapan St Mirren untuk mempertahankan trofi tersebut.
Kabar baiknya, baik Dundee maupun St Mirren sama-sama segar karena tidak bertanding di tengah pekan. Bahkan St Mirren mendapat libur tambahan karena tidak bermain pada akhir pekan sebelumnya. Kondisi ini jelas menguntungkan menjelang laga Minggu (15:00 BST). Pada laga tersebut, Dundee akan menjamu Hibernian, sedangkan St Mirren menjamu Motherwell.
Kedua tim tamu itu sama-sama baru saja merasakan pahitnya tersingkir dari kompetisi Eropa. Motherwell harus mengakui keunggulan Freiburg dengan agregat telak 7-2 di Conference League. Sementara itu, Hibs menjalani play-off yang menyakitkan saat melawan Gent, kalah 3-2 setelah tim asal Belgia itu mencetak dua gol di penghujung laga. Karena itu, momen ini bisa menjadi waktu yang tepat bagi Dundee dan St Mirren untuk memanfaatkan kondisi mental lawan yang sedang drop.
Ujian Berat McInnes di Kandang Aberdeen
Laga pembuka Minggu mempertemukan Aberdeen dan Rangers pada pukul 12:00, sebuah duel yang kerap berjalan sengit. Bumbu persaingan semakin terasa karena manajer Rangers, Derek McInnes, adalah mantan pelatih Aberdeen. Situasinya pun sedang tidak nyaman bagi McInnes, yang masih menunggu kemenangan liga pertamanya sekaligus sudah tersingkir dari dua kompetisi Eropa.
Tugas McInnes untuk menyiapkan skuad anyarnya menuju Pittodrie jelas tidak mudah. Apalagi, Aberdeen datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan di laga pembuka liga melawan Hearts, runner-up musim lalu, serta kemenangan solid atas Dundee di ajang piala. Kedua tim sama-sama tidak bertanding pada akhir pekan kemarin, tetapi Aberdeen diprediksi lebih segar.
Rangers sendiri menjalani malam panjang di Republik Ceko pada Kamis. Kekalahan menyakitkan lewat adu penalti dari Jablonec menghentikan kiprah mereka di kompetisi Eropa musim ini. Kepercayaan diri pasukan McInnes jelas sedang berada di titik rendah.
Yang lebih mengkhawatirkan, hingga kini belum jelas siapa starting XI favorit maupun formasi yang akan dipakai McInnes. Ketidakjelasan ini tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Dengan segala tekanan itu, laga melawan Aberdeen menjadi ujian besar lain di awal masa kepemimpinan McInnes di Ibrox.
Dampak Kegagalan Eropa bagi Persaingan Scottish Premiership
Kegagalan di Eropa hampir selalu membawa konsekuensi ganda bagi klub: kelelahan fisik dan tekanan mental. Tim yang tersingkir harus segera membuang kekecewaan dan kembali fokus ke liga, tetapi itu sering kali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sebaliknya, tim yang tidak bermain di Eropa justru mendapat keuntungan dari jeda yang lebih panjang.
Momen ini juga menjadi pembeda dalam peta persaingan Scottish Premiership musim ini. Tim seperti Dundee dan St Mirren yang memulai musim dengan baik dapat memanfaatkan momentum sebelum lawan-lawan mereka pulih sepenuhnya. Sementara itu, Celtic, Rangers, Hibernian, dan Motherwell wajib membuktikan bahwa kegagalan Eropa tidak merembet ke performa domestik.
Laga akhir pekan ini akan menjadi indikator awal siapa yang mampu bangkit dan siapa yang justru tenggelam dalam kekecewaan. Dengan jadwal yang padat, kedalaman skuad dan kesiapan mental menjadi kunci utama. Semua mata pun tertuju pada bagaimana para manajer merespons tekanan yang ada.
Jadwal Laga Scottish Premiership Akhir Pekan Ini
- Sabtu 15:00 BST: Celtic vs Falkirk
- Minggu 12:00 BST: Aberdeen vs Rangers
- Minggu 15:00 BST: Dundee vs Hibernian
- Minggu 15:00 BST: St Mirren vs Motherwell
Akhir pekan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi klub-klub Scottish Premiership yang baru saja dikecewakan hasil di Eropa. Celtic, Rangers, Hibernian, dan Motherwell wajib segera bangkit agar keterpurukan tidak berlanjut di kompetisi domestik. Di saat yang sama, tim-tim seperti Dundee dan St Mirren berpeluang besar memanfaatkan momentum. Satu hal yang pasti, peta persaingan awal musim ini akan semakin menarik untuk disimak.
