Perilaku Manajer Jadi Penyebab Penurunan Kesehatan Mental Maddy Cusack

Kesaksian Ayah di Pengadilan: Perilaku Manajer Jadi Pemicu Utama

Ayah Maddy Cusack, David Cusack, secara tegas menyatakan bahwa penyebab penurunan kesehatan mental putrinya adalah perilaku Jonathan Morgan, manajer Sheffield United saat itu. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang inquest di Chesterfield, Inggris, pada awal pekan ini.

David Cusack mengungkapkan bahwa Maddy sempat mengutarakan kekhawatirannya saat mengetahui Morgan akan kembali menjadi pelatihnya di Sheffield United pada Februari 2023. “Dia sangat kecewa dengan kemungkinan Morgan kembali ke dalam hidupnya,” ujar sang ayah. Maddy pernah bermain di bawah asuhan Morgan saat masih di Leicester City pada 2018, dan pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam.

Kronologi: Perpindahan dari Leicester ke Sheffield United

Menurut David, Morgan menjadi alasan utama Maddy memutuskan hengkang dari Leicester City pada musim 2018-2019. “Dia belum pernah bertemu karakter seperti Morgan sebelumnya. Cara Morgan memperlakukan orang, manajemen pemainnya—jika Anda di dalam, Anda di dalam; jika di luar, Anda di luar,” jelas David. Ia menyebut gaya manajerial Morgan sebagai “my way or the highway”.

Ketika ditanya langsung di pengadilan mengenai satu penyebab paling signifikan dari penurunan kesehatan mental Maddy, David menjawab tegas: “Perilaku Tuan Morgan terhadapnya, sesederhana itu.” Ia menambahkan bahwa narasi lain yang beredar hanyalah “asap” dan ia ingin Morgan bertanggung jawab. David juga mengkritik klub karena “memilih kuda yang salah” dengan tidak segera menskors Morgan.

Bantahan Morgan dan Pertanyaan Kontroversial

Morgan, yang mewakili dirinya sendiri dalam sidang, mengajukan lebih dari 60 pertanyaan kepada David Cusack. Suasana tegang ketika Morgan mempertanyakan deskripsi David tentang Maddy yang tidak dimainkan di tiga pertandingan pertamanya sebagai manajer. Morgan mengklaim Maddy absen karena cedera.

Pertanyaan paling kontroversial muncul saat Morgan menantang David: “Statistik menunjukkan lebih banyak kemenangan tanpa Maddy di tim dibandingkan dengan dia di dalamnya—apa yang akan Anda lakukan?” David menjawab dengan tenang bahwa ia bukan pelatih sepak bola dan tidak pernah ikut campur dalam pemilihan pemain. Morgan kemudian menyergah, “Jika kita jarang bicara, bagaimana Anda bisa punya penilaian yang adil terhadap saya?” David membalas, “Dia bilang apa yang dia bilang,” dan menambahkan bahwa banyak orang telah menyerahkan bukti ke investigasi FA yang belum dipublikasikan.

Beban Ganda: Pemain dan Karyawan Pemasaran

Maddy Cusack adalah pemain pertama yang mencapai 100 penampilan untuk tim wanita Sheffield United. Selain bermain, ia juga bekerja di departemen pemasaran klub. Kontrak profesionalnya pada musim panas 2023 memberinya penghasilan £18.000 per tahun dari sepak bola, naik drastis dari £6.000 musim sebelumnya saat ia bermain paruh waktu—belum termasuk gaji peran pemasarannya. Sang ayah mengatakan Maddy cemas harus mengemban dua peran sekaligus.

Morgan mengklaim bahwa ia menyiapkan bekal makan siang untuk Maddy guna meringankan tekanan manajemen waktunya, dan memberi kelonggaran soal jam latihan. Namun David mengatakan putrinya tidak pernah menyinggung hal itu kepadanya.

Dokter: Permintaan Tak Ingin Stigma

Dalam sidang juga terungkap kesaksian Dr. Mobeen Bhatti, yang memberikan surat sakit kepada Maddy pada September 2023. Menurut dokter, Maddy meminta agar masalah kesehatan mental dan kecemasannya tidak disebut secara spesifik dalam diagnosis di surat sakit yang akan diberikan ke Sheffield United. Ia tidak ingin distigmatisasi. Sidang inquest masih akan berlanjut hingga dua pekan ke depan, dengan jadwal mendengarkan kesaksian dari rekan, ibu Maddy, dan staf Sheffield United.

Kesimpulan: Pencarian Keadilan bagi Maddy Cusack

Persidangan ini menyoroti betapa faktor lingkungan kerja—khususnya perilaku seorang manajer—dapat menjadi penyebab penurunan kesehatan mental seorang atlet. David Cusack berharap pengadilan dapat mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi putrinya. Meskipun investigasi internal Sheffield United pada Desember 2023 tidak menemukan bukti pelanggaran, keterangan sang ayah dan bukti lain yang diajukan di pengadilan diharapkan bisa membuka tabir lebih dalam.