Pada hari terakhir bursa transfer musim panas ini, Tottenham Hotspur resmi mengamankan dua pemain Chelsea sekaligus: winger Mykhailo Mudryk dan bek tengah Tosin Adarabioyo. Kesepakatan Mudryk Tottenham ini menjadi sorotan utama karena winger Ukraina berusia 25 tahun itu datang dengan status pinjaman hingga akhir musim. Sementara itu, Adarabioyo diboyong secara permanen dengan nilai transfer yang bisa mencapai £12 juta.
Kedatangan mereka menutup jendela transfer yang sangat sibuk bagi Spurs, yang telah menghabiskan lebih dari £300 juta untuk belanja pemain sepanjang musim panas ini. Dalam kesepakatan untuk Mudryk, Tottenham juga memegang opsi pembelian permanen senilai £75 juta. Selain itu, kepindahan ini mempertemukan kembali sang winger dengan Roberto De Zerbi, manajer yang pernah membesutnya di Shakhtar Donetsk sebelum ia bergabung dengan Chelsea pada 2023.
Detail Transfer Mudryk ke Tottenham
Mudryk menjalani masa peminjaman di Tottenham sampai akhir musim dan Spurs memiliki hak untuk mempermanenkan sang pemain dengan biaya £75 juta. Jika ia tampil impresif di bawah arahan De Zerbi, Tottenham bisa mengikatnya secara penuh tanpa perlu bersaing dengan klub lain pada bursa berikutnya. Adapun Tosin Adarabioyo resmi menjadi milik Tottenham setelah klub menyelesaikan transfer permanen untuk bek tengah berusia 28 tahun tersebut.
Mudryk pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Spurs. “Ini perasaan yang luar biasa dan saya tidak sabar untuk mulai berlatih serta bermain demi klub ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya adalah pemain yang membawa kecepatan dan kreativitas, dengan keinginan membantu tim baik di area ofensif maupun defensif.
Winger asal Ukraina itu juga meyakini bahwa skuad Tottenham saat ini sangat kuat dan dipenuhi pemain berkualitas. Ia berharap bisa segera berbagi lapangan serta menciptakan momen spesial bersama rekan-rekan barunya. “Saya ingin membuat para penggemar bersemangat,” tegasnya.
Reuni Mudryk dengan De Zerbi di Tottenham
Keputusan Mudryk memilih Tottenham tak lepas dari sosok Roberto De Zerbi di kursi pelatih. Keduanya pernah bekerja sama di Shakhtar Donetsk sebelum sang winger hengkang ke Chelsea pada 2023, sehingga De Zerbi sudah paham betul karakter dan gaya bermain anak asuhnya itu. Ia pun percaya Mudryk bisa kembali menemukan performa terbaiknya di bawah arahannya.
“Setelah bekerja dengan Misha di awal kariernya, saya tahu persis apa yang bisa ia bawa ke tim kami,” ujar De Zerbi. Pelatih asal Italia itu menilai Mudryk punya kualitas untuk mengubah jalannya pertandingan berkat kecepatan serta kemampuannya dalam duel satu lawan satu. Ia menyebut mantan anak asuhnya sebagai talenta menyerang yang menarik dan eksplosif.
Meski demikian, De Zerbi menegaskan tidak akan memberikan keringanan kepada Mudryk. “Saya akan menuntut banyak hal dari Misha, dan tugas kami adalah membantu ia menemukan versi terbaik dari dirinya,” katanya. Jika itu tercapai, ia yakin Mudryk bisa menjadi pemain yang sangat penting bagi Tottenham di musim ini.
Perjalanan Mudryk di Chelsea: Adaptasi yang Berat
Mudryk bergabung dengan Chelsea pada 2023 dengan biaya awal £61 juta dari Shakhtar Donetsk, setelah sempat menjadi incaran sejumlah klub Eropa termasuk Arsenal. Ia tampil impresif di Liga Champions bersama Shakhtar pada paruh pertama musim 2022-23, tetapi butuh waktu untuk beradaptasi dengan negara dan liga yang baru. Gol pertamanya untuk Chelsea baru lahir pada Oktober 2023.
Pada musim penuh pertamanya, ia menutup kompetisi dengan catatan tujuh gol dan empat assist. Namun, situasi di Chelsea terus berubah seiring pergantian pelatih, dari Graham Potter yang merekrutnya, lalu Frank Lampard, Mauricio Pochettino, hingga Enzo Maresca. Di bawah Maresca, Mudryk kesulitan menembus starting line-up Premier League, meski sempat menunjukkan performa menjanjikan di ajang Conference League.
Secara keseluruhan, Mudryk mencatatkan 10 gol dan 11 assist dalam 73 penampilan di semua kompetisi bersama Chelsea. Sayangnya, kariernya di Stamford Bridge justru tersendat akibat kasus doping yang menimpanya. Ia pun belum pernah bermain dalam pertandingan kompetitif sejak November 2024.
Kronologi Kasus Doping yang Menimpa Mudryk
Karier Mudryk terhenti pada Oktober 2024 ketika ia menjalani tes di luar kompetisi saat membela tim nasional Ukraina. Hasil tes menunjukkan adanya temuan buruk untuk zat terlarang meldonium, dan ia langsung menjalani skorsing sementara. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) kemudian menjatuhkan hukuman larangan bermain selama empat tahun, namun Mudryk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Bulan lalu, kasus ini akhirnya menemui titik terang. FA menyatakan proses disipliner anti-doping telah selesai, dan Mudryk menerima pelanggaran aturan anti-doping serta menyetujui hukuman yang setara dengan masa skorsing yang sudah dijalaninya. Alhasil, ia resmi bebas kembali bertanding per 31 Juli 2026 dengan efek langsung.
Sepanjang proses ini, Mudryk selalu membantah bahwa ia pernah mengetahui atau sengaja mengonsumsi zat terlarang. Ia pun mengaku bersyukur bisa kembali bermain setelah melalui masa tersulit dalam kari
