Jose Mourinho mengaku sangat puas dengan perkembangan Real Madrid sebagai sebuah tim setelah Los Blancos menuntaskan rangkaian pramusim dengan kemenangan 3-0 atas Schalke. Kylian Mbappe, Dean Huijsen, dan Carlos Espi menjadi pencetak gol dalam laga uji coba terakhir tersebut. Hasil positif ini diharapkan menjadi modal berharga menjelang laga pembuka LaLiga akhir pekan depan.
Real Madrid pramusim ini menjadi fase penting untuk mengukur kesiapan skuad menghadapi kompetisi resmi. Laga kontra Schalke menjadi ujian terakhir, dan pekan depan Madrid dijadwalkan membuka LaLiga dengan menghadapi Espanyol. Mourinho pun menilai laga ini sebagai sesi latihan final yang sangat baik sebelum pertarungan sesungguhnya dimulai.
Real Madrid Pramusim: Kemenangan 3-0 atas Schalke
Madrid memulai laga dengan agresif dan langsung memberikan tekanan sejak menit awal. Mbappe hanya membutuhkan enam menit untuk membuka skor dalam penampilan pertamanya di bawah arahan Mourinho. Penyerang asal Prancis itu memanfaatkan kesalahan operan ke belakang dari pemain Schalke untuk menjebol gawang Loris Karius.
Empat belas menit kemudian, Huijsen menggandakan keunggulan lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok Arda Guler. Espi, yang masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, mencetak gol ketiga menjelang menit ke-60 melalui assist Alvaro Carreras. Tidak lama berselang, pemain anyar mahal Yan Diomande juga turun lapangan untuk menjalani debutnya.
- Menit ke-6: Kylian Mbappe membuka keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan operan ke belakang Schalke.
- Menit ke-20: Dean Huijsen mencetak gol kedua dengan sundulan dari sepak pojok Arda Guler.
- Menjelang menit ke-60: Carlos Espi mengunci kemenangan 3-0 setelah menerima umpan Alvaro Carreras.
Kronologi Pramusim: Modal Berharga Sebelum LaLiga
Kemenangan atas Schalke melengkapi catatan Real Madrid pramusim yang impresif. Sepanjang pramusim, Madrid tidak pernah menelan kekalahan dan memenangi tiga laga terakhir secara beruntun. Konsistensi ini menjadi sinyal positif jelang dimulainya kompetisi resmi.
Meski demikian, Mourinho mengingatkan bahwa kondisi para pemainnya belum sepenuhnya seragam. Sebagian pemain yang bergabung lebih awal telah menjalani 30 sesi latihan dan enam pertandingan pramusim. Adapun pemain yang baru tiba belakangan baru mengantongi tiga hingga empat sesi latihan.
Perbedaan ritme, intensitas, dan stamina ini dinilai wajar dalam masa transisi pramusim. Mourinho menegaskan bahwa para pemain yang datang pertama kali jelas lebih unggul dalam kesiapan fisik. Namun, ia yakin perbedaan tersebut akan menyatu seiring berjalannya waktu.
Analisis Mourinho: Tumbuh sebagai Tim
Meski terdapat perbedaan level kebugaran, Mourinho menilai ide-ide taktis mulai terbentuk dengan baik di dalam skuadnya. Ia menyebut para pemain Madrid memiliki kualitas superior yang membuat proses adaptasi berjalan lebih cepat. “Kami hanya punya pemain bagus, pemain sangat bagus, dan pemain yang luar biasa bagus,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Menurut Mourinho, saat ini sulit untuk membicarakan performa individu karena tim sedang berkembang sebagai satu kesatuan. “Kami tumbuh sebagai tim,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa kombinasi pemain berkualitas harus diubah menjadi kekuatan kolektif yang solid. Langkah-langkah yang diambil timnya di pramusim dinilai sudah mengarah ke jalur yang benar.
Kemenangan atas Schalke dianggap Mourinho sebagai ujian yang sangat baik sekaligus sesi latihan final yang ideal sebelum kompetisi resmi dimulai. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan sesungguhnya adalah bertarung memperebutkan poin. Karena itu, seluruh persiapan pramusim kini mengarah pada satu target, yakni memulai musim dengan hasil positif.
Sorotan Individu: Mbappe, Espi, Huijsen, dan Debut Diomande
Mbappe menunjukkan performa positif dengan mencetak gol cepat dalam enam menit pertama. Gol tersebut menjadi sinyal bahwa sang bintang siap menjadi tumpuan utama Madrid di musim baru. Mourinho pun mendapat gambaran nyata tentang ketajaman penyerang asal Prancis tersebut menjelang kompetisi resmi.
