Mayo Akhirnya Juara All-Ireland Football Setelah 75 Tahun, Kutukan Terangkat

Kemenangan Bersejarah Mayo di Final All-Ireland

Mayo akhirnya berhasil memutus puasa gelar selama 75 tahun setelah mengalahkan juara bertahan Kerry dalam final All-Ireland Senior Football yang mendebarkan di Croke Park, Minggu (26/7/2026). Kemenangan dengan skor 1-20 berbanding 1-17 ini menjadi momen emas bagi tim asal Connacht yang selama puluhan tahun terus gagal di partai puncak.

Sebelumnya, Mayo juara All-Ireland terakhir kali pada tahun 1951. Sejak itu, mereka kalah dalam 11 final beruntun, termasuk dua kali lewat ulangan. Kini, kutukan yang melegenda akhirnya sirna, dan para pendukung yang setia menanti selama tiga perempat abad bisa bersorak gembira.

Kutukan yang Akhirnya Terangkat

Kisah kutukan bermula saat perayaan gelar Mayo tahun 1951 dikabarkan mengganggu prosesi pemakaman. Seorang pastor dikatakan mengutuk bahwa Mayo tidak akan pernah juara lagi selama masih ada pemain tim tersebut yang hidup. Pemain terakhir dari skuat 1951, Dr Mick Loftus, meninggal dunia pada tahun 2023. Tiga tahun kemudian, pada 2026, kutukan itu resmi terangkat bersamaan dengan kemenangan Mayo atas Kerry di Croke Park.

Di final kali ini, Kerry sempat mendekat di menit akhir dan berusaha menyamakan kedudukan. Namun, Tommy Conroy memastikan kemenangan dramatis Mayo dengan gol atau poin penentu. Pertandingan berlangsung ketat dan menegangkan, tetapi Mayo mampu mempertahankan keunggulan tipis hingga peluit panjang berbunyi.

Peran Andy Moran dan Pemain Kunci

Manajer Mayo, Andy Moran, berhasil membawa pulang trofi di musim pertamanya menangani tim senior. Moran sendiri adalah mantan pemain yang enam kali merasakan kekalahan beruntun di final All-Ireland bersama Mayo. Kini, pria yang akrab disapa Andy tersebut menorehkan namanya dalam sejarah sebagai arsitek kemenangan besar ini.

Jack Coyne, kapten tim, menyampaikan rasa haru setelah pertandingan. Kepada BBC, ia mengatakan: “Ini seperti mimpi. Untuk setiap anak laki-laki dan perempuan Mayo di seluruh dunia, bermimpilah hal besar. Segalanya mungkin terjadi dan kami membuktikannya hari ini. Pepatahnya ‘tetaplah percaya’. Kami percaya. Kami juara All-Ireland.”

Dominasi Kerry yang Terhenti

Kerry datang ke final sebagai juara bertahan, setelah mengalahkan Donegal tahun sebelumnya untuk memperpanjang rekor gelar mereka menjadi 39. Namun, perlawanan sengit Mayo membuat langkah Kerry terhenti. Meski sempat memberikan tekanan di kuarter akhir, pertahanan Mayo yang solid dan serangan balik cepat menjadi kunci keberhasilan tim besutan Andy Moran.

Kesimpulan: Era Baru untuk Sepak Bola Mayo

Kemenangan ini bukan sekadar gelar keempat Mayo dalam sejarah All-Ireland, tetapi juga simbol kebangkitan setelah penantian panjang. Dengan dipimpin pelatih muda dan semangat juang tinggi, Mayo juara All-Ireland kembali menjadi sorotan dunia sepak bola Gaelik. Kutukan yang sudah berusia tiga perempat abad pun resmi terhapus. Kini, para penggemar Mayo bisa menantikan masa depan yang lebih cerah, dengan harapan tidak harus menunggu 75 tahun lagi untuk merayakan gelar berikutnya.