Kompetisi EFL kembali bergulir dengan jadwal penuh setelah jeda internasional selama tiga minggu, dan sejumlah laga langsung menghadirkan banyak cerita. Dalam catatan EFL Takeaways Sam Parkin, sorotan utama jatuh pada Middlesbrough yang tampil kuat dan menembus dua besar Championship, serta debut impian Robbie Savage sebagai pelatih Peterborough United.
Sam Parkin bukan nama asing di sepak bola Inggris. Mantan penyerang Swindon Town, Luton Town, dan Northampton Town ini kini bekerja sebagai pengamat di program Final Score, dan rutin membagikan pandangannya soal Championship, League One, serta League Two. Catatannya kali ini penting karena menyorot tiga divisi sekaligus — mulai dari perburuan promosi, tekanan yang dihadapi pelatih baru, hingga tim-tim yang sedang menanjak di kasta bawah.
Debut Impian Robbie Savage bersama Peterborough United
Robbie Savage memulai kariernya sebagai pelatih EFL dengan cara yang nyaris sempurna. Peterborough United menaklukkan Leicester City 3-1 di King Power Stadium, hasil yang menambah derita Leicester dan pelatih mereka, Russell Martin. Bagi Savage, kemenangan ini terasa istimewa karena ia kembali ke klub yang paling lekat dengan namanya sepanjang karier.
Parkin mengaku terbuka terhadap penunjukan tersebut. Menurutnya, publik belum punya gambaran jelas soal kapasitas Savage sebagai pelatih karena perjalanannya selama ini ditempuh lewat jalur non-liga. Meski demikian, ia mendengar bahwa Savage ingin timnya tampil dengan intensitas tinggi dan menekan secara agresif sejak lini depan.
Pendekatan itu dinilai Parkin cocok untuk menghadapi Leicester, tim dengan corak permainan khas tetapi bersedia mengambil risiko saat menguasai bola. Artinya, rencana pertandingan Peterborough berjalan persis seperti yang diinginkan sang pelatih. Parkin juga menyebut Savage mewarisi penyerang tajam seperti Harry Leonard, sehingga ia tak perlu terlalu memikirkan siapa yang akan menyelesaikan peluang.
Tantangan berikutnya adalah menghadapi sorotan yang jauh lebih besar dibanding masa-masanya di non-liga. Parkin menilai Savage akan selalu menjadi sasaran karena sosok dan kepribadiannya. Namun ia mengingatkan bahwa Peterborough selama 10 hingga 15 tahun terakhir identik dengan permainan menyerang dan produktif mencetak gol, sehingga gaya seperti itu semestinya disambut baik. Skuad yang masih muda dinilai perlu tambahan pemain berpengalaman pada jendela transfer berikutnya.
Middlesbrough Tampil Kuat dan Will Lankshear Jadi Kunci
Middlesbrough merayakan laga bertajuk “150 Fixture” dengan kemenangan tipis atas Wolves, hasil yang mengangkat mereka ke dua besar Championship. Bagi Parkin, pertandingan itu bisa menjadi titik penanda musim karena lini belakang akhirnya mampu menjaga clean sheet melawan tim bagus, padahal sebelumnya mereka terlalu sering kebobolan. Pada laga tersebut, Hellberg menurunkan empat bek terbaiknya.
Parkin melihat banyak kemiripan antara Middlesbrough dan Coventry, yang promosi musim lalu setelah finis dengan sangat kuat pada musim sebelumnya — termasuk soal rentang waktu para pelatih menjabat. Musim lalu Boro hampir saja berhasil, tetapi ada satu lubang besar di skuad mereka: tidak adanya penyerang murni yang tajam. Mereka menciptakan banyak peluang dan tampil menarik di antara dua kotak penalti, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.
Karena itu, kedatangan Will Lankshear dan awal yang sudah ia jalani bisa menjadi penentu dalam dorongan promosi mereka. Menurut Parkin, tambahan sosok seperti itu melengkapi bagian yang selama ini hilang.
Kemenangan tersebut juga penting dari sisi emosional. Pada pekan yang sama, pelatih kepala Southampton, Tonda Eckert, baru mengetahui hukumannya terkait keterlibatannya dalam kasus Spygate. Parkin menilai Boro sedang berada di jalur yang tepat untuk meninggalkan peristiwa emosional pada bulan Mei di belakang mereka, dan ia memperkirakan mereka akan melaju kencang setelah ini.
Birmingham City dan Perubahan Gaya Chris Davies
Birmingham City keluar sebagai pemenang pada derby makan siang, dengan kemenangan satu gol di kandang West Bromwich Albion. Hasil itu menjadi kemenangan tandang ketiga mereka musim ini dan mengangkat mereka ke posisi ketujuh, yaitu zona play-off yang diperluas. Setelah finis di urutan ke-10 musim lalu, Blues yang ambisius kini ingin masuk ke bursa promosi.
Perubahan gaya menjadi kunci kebangkitan mereka. Saat promosi dari League One, Birmingham tampil dengan sepak bola yang stylish dan berusaha membangun serangan dari belakang. Musim ini mereka masih bisa melakukannya, tetapi jauh lebih langsung, lebih seimbang, dan lebih kuat dalam memanfaatkan bola mati.
Perubahan itu datang di waktu yang tepat bagi Chris Davies karena tekanan yang ia hadapi sangat besar. Tim ini harus mulai menang mengingat ambisi klub, besarnya dukungan suporter, dan tuntutan yang menyertainya. Davies mengambil risiko, dan untuk saat ini langkah itu berbuah hasil.
Tantangan berikutnya adalah mulai menang di St Andrew’s, karena mereka sudah mengoleksi empat hasil imbang di kandang. Jika itu bisa dipenuhi, Parkin menilai Birmingham berpotensi menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Championship.
Tantangan Berat Graham Alexander di Preston North End
Graham Alexander meninggalkan peluang promosi League One bersama Bradford City untuk menangani Preston North End yang berkutat di papan bawah Championship. Kembalinya ia ke Deepdale berjalan tidak mulus karena kekalahan dari Millwall membuat mereka terpuruk di dasar klasemen.
Parkin menilai tidak akan ada peningkatan besar dalam semalam, tetapi penunjukan itu tetap bisa dipahami karena Alexander adalah legenda klub. Kekuatan Alexander selama ini terletak pada kemampuan menyusun organisasi tim, bukan pada gaya bermain menyerang yang mengalir bebas.
Parkin yakin tim asuhan Alexander akan mulai mencatatkan clean sheet. Pertanyaannya, apakah mereka punya cukup pemain menyerang di dalam skuad, atau apakah ia mampu melepas mereka untuk mencetak lebih banyak gol. Itulah tanda tanya terbesar menurut Parkin.
Alexander dinilai layak mendapat kesempatan tersebut karena pekerjaannya di Bradford luar biasa, tetapi skuad Preston yang ia warisi tidak istimewa. Melihat awal musimnya, bertahan di Championship sudah bisa dianggap sebagai keberhasilan, lalu dilanjutkan dengan konsolidasi melalui beberapa jendela transfer untuk memperbaiki kualitas skuad.
Salford City Memimpin League Two, tapi Terlalu Dini Disebut Juara
Salford City memuncaki klasemen League Two setelah meraih kemenangan keenam dalam tujuh pertandingan, berkat keberhasilan 2-0 di markas Cheltenham Town. Meski demikian, Parkin menilai belum waktunya menyebut mereka sebagai tim yang pasti promosi.
Parkin menyoroti pemecatan Karl Robinson musim lalu setelah gagal di babak akhir. Menurutnya keputusan itu terbilang keras, karena Robinson justru pelatih yang tampak paling dekat mencapai target promosi. Peter Cklamovski kini mewarisi skuad bagus dan punya modal pemain untuk melangkah lebih jauh. Tambahan Macaulay Langstaff, yang produktif bersama Notts County, serta Luke Molyneux, pemain menonjol milik Doncaster, semakin memperkuat mereka.
Namun Parkin menegaskan bahwa musim masih panjang. Barnet sangat produktif mencetak gol dan belum terkalahkan, sementara Crewe juga menang pada pekan itu dan pernah merasakan atmosfer play-off dengan awal musim yang bagus. Ia juga menyebut York dan Bristol Rovers sebagai tim yang perlu diperhitungkan.
Karena itu, Parkin memilih menahan penilaian soal Salford sampai ia melihat lebih banyak pertandingan berjalan.
Apa Arti Catatan Ini bagi Peta Persaingan EFL
Kumpulan catatan ini memperlihatkan satu benang merah: di EFL, momentum dan penyesuaian gaya sering kali lebih menentukan dibanding kualitas skuad di atas kertas. Middlesbrough dan Birmingham sama-sama mengubah pendekatan untuk menutup celah spesifik — satu butuh penyerang murni, satu lagi butuh keseimbangan permainan yang lebih baik. Hasilnya langsung terasa pada posisi mereka di klasemen.
Di sisi lain, kasus Peterborough dan Preston menunjukkan besarnya pengaruh pelatih baru terhadap arah sebuah tim. Savage datang dengan gaya menekan yang dianggap cocok dengan tradisi Peterborough, sementara Alexander mengandalkan organisasi untuk memperbaiki pertahanan yang rapuh. Dua pendekatan yang berbeda, tetapi keduanya bertumpu pada kejelasan rencana.
Untuk tim-tim papan bawah seperti Preston, ukuran keberhasilan realistis musim ini adalah bertahan di divisi. Sementara bagi Salford, Barnet, Crewe, York, dan Bristol Rovers, persaingan di League Two masih terbuka lebar. Jendela transfer berikutnya akan menjadi titik penting, terutama bagi skuad muda seperti Peterborough yang dinilai masih membutuhkan pengalaman.
Penutup
Dari rangkaian catatan ini, Middlesbrough tampil kuat dan masuk dua besar Championship berkat perbaikan di lini belakang serta kehadiran penyerang yang selama ini mereka cari. Robbie Savage memulai karier kepelatihannya dengan kemenangan atas Leicester City, sementara Birmingham City menikmati hasil dari perubahan gaya yang diterapkan Chris Davies. Di sisi lain, Graham Alexander harus bekerja ekstra keras agar Preston North End keluar dari dasar klasemen.
Semuanya masih berjalan awal, termasuk bagi Salford City yang memimpin League Two. Musim yang panjang biasanya tidak ditentukan oleh satu-dua hasil, melainkan oleh konsistensi dan kemampuan setiap tim beradaptasi ketika tekanan semakin besar.
