Anthony Joshua Kembali Bangkit Setelah Jatuh di Ronde Pertama
Anthony Joshua berhasil mengalahkan Kristian Prenga melalui knockout di ronde kedua dalam pertarungan sengit yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi. Kemenangan ini membuatnya semakin dekat menuju duel akbar melawan Tyson Fury yang sudah ditunggu-tunggu para penggemar tinju dunia. Namun, Anthony Joshua KO Kristian Prenga tidak terjadi begitu saja tanpa drama besar di awal pertarungan.
Hanya dalam 20 detik laga, Joshua terkejut oleh uppercut keras dari petinju Albania itu yang membuatnya jatuh ke kanvas untuk pertama kalinya. Prenga, yang dikenal sebagai spesialis knockout (20 kemenangan KO dari 20 pertarungan sebelumnya), nyaris membuat kejutan besar. Namun, Joshua berhasil bangkit dan menunjukkan mental baja khas seorang juara.
Jalannya Pertarungan yang Mendebarkan
Meski mengalami awal yang buruk, Joshua tidak kehilangan fokus. Ia kembali jatuh untuk kedua kalinya di ronde pertama, tetapi tetap tenang dan mengatur ulang strategi. Memasuki ronde kedua, ia melancarkan serangan balik dengan pukulan tangan kanan yang menghancurkan pertahanan Prenga. Anthony Joshua KO Kristian Prenga akhirnya terwujud setelah serangkaian pukulan berat yang membuat wasit menghentikan pertarungan.
Pertarungan ini merupakan laga pertama Joshua sejak dirinya terlibat dalam kecelakaan mobil pada Desember lalu yang merenggut nyawa dua sahabatnya, Sina Ghami dan Latif ‘Latz’ Ayodele. Kemenangan ini terasa sangat emosional baginya, dan ia pun mendedikasikannya untuk mereka.
Dedikasi Spesial untuk Teman yang Telah Tiada
Setelah pertarungan, Joshua mengaku bahwa kemenangan ini bukan sekadar kekuatan pukulan, melainkan kekuatan jiwa. “Ini lebih dari sekadar pukulan. Itu adalah semangat, itu adalah Latz, itu adalah Sina, itu adalah keluarga mereka. Sangat menyakitkan bahkan untuk membicarakannya. Ini berat. Mereka adalah saudara-saudaraku,” ujar Joshua dengan mata berkaca-kaca.
Joshua juga memuji ketangguhan Kristian Prenga, yang sebelumnya tidak pernah kalah sejak 2017 dan mencatatkan 16 kemenangan beruntun. “Dia kuat dan tangguh. Dia memberi saya ujian yang bagus. Tapi inilah yang dilakukan juara — kami bangkit saat jatuh. Itulah hidup,” tambahnya.
Semakin Dekat ke Pertarungan Blockbuster Lawan Tyson Fury
Kemenangan ini menjaga jalur Joshua menuju duel melawan Tyson Fury yang rencananya akan digelar pada November mendatang. Kontrak untuk pertarungan tersebut sudah ditandatangani, meskipun lokasi pasti belum diumumkan. Sehari sebelumnya, Fury juga berhasil mengalahkan petinju veteran Polandia, Mariusz Wach, melalui TKO di Thailand.
Fury sempat meragukan keberanian Joshua untuk menghadapinya, namun setelah melihat Anthony Joshua KO Kristian Prenga dengan cara yang dramatis, para penggemar yakin bahwa laga all-British ini benar-benar akan terjadi. Eddie Hearn, promotor Joshua, menyebut Amerika Serikat sebagai lokasi yang paling mungkin, meskipun opsi Wembley Stadium dengan jam tayang pukul 2 pagi waktu Inggris juga dipertimbangkan untuk mengakomodasi penonton global.
Reaksi Joshua Menantang Fury
Dalam kesempatan yang sama, Joshua melontarkan pernyataan pedas kepada Fury. “Aku akan merobek jantungnya. Akulah juara paling kejam dan paling ganas yang pernah ada! Tapi terlepas dari bercanda, aku menghormati semua yang telah dia lakukan. Sekarang kita di sini. Semoga para penggemar menikmatinya,” ujar Joshua.
Pertarungan antara dua petinju kelas berat asal Inggris ini sudah lama diidamkan publik. Setelah melalui berbagai rintangan — termasuk dua kekalahan Joshua dari Oleksandr Usyk, satu kekalahan dari Daniel Dubois dan Andy Ruiz — kini kesempatan itu semakin nyata. Anthony Joshua KO Kristian Prenga membuktikan bahwa ia masih layak menjadi penantang serius bagi raja kelas berat, Tyson Fury.
Kesimpulan: Jalan Terbuka untuk Duel Akbar
Kemenangan Anthony Joshua atas Kristian Prenga menegaskan bahwa ia masih memiliki mental juara dan kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan. Kini, semua mata tertuju pada pertarungan melawan Tyson Fury yang tinggal menunggu kepastian venue. Jika jadi terlaksana, ini akan menjadi salah satu laga tinju paling monumental dalam sejarah Inggris. Fans di seluruh dunia hanya bisa berharap tidak ada lagi halangan yang menghadang.
